Berbagi Informasi, Belajar Bersama, dan Advokasi

Study Banding Tentang Sistem Informasi Desa ke Desa Karang Bajo Kabupaten Lombok Utara

Ilmu pengetahuan itu tidak akan memberikan sebagian dirinya kepadamu sampai engkau memberikan seluruh dirimu kepadanya. Pepatah lama ini minimal menjadi pijakan bagi kami untuk terus belajar tentang Sistem Informasi Desa (SID) supaya dapat mewujudkan tata kelola pemerintah desa yang transparan dan akuntabiltas. Jadi untuk mencapai mimpi ini tentu melalui proses panjang, merangkak dari satu titik ke titik lainnya menuju kesempurnaan.

Semangat JMS Lombok untuk belajar tentang pengelolaan Sistem Informasi Desa terus dilakukan, salah satunya adalah berkunjung ke desa yang telah menerapkan Sistem Informasi Desa. Dimana pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2016, JMS Lombok bersama peserta Sekolah Manajemen Informasi Desa (SMID) melakukan study banding ke desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dengan melibatkan Kepala desa dan stafnya khusus desa-desa Pilot SMID di Kabupaten Lombok Barat seperti Desa Gelangsar, Senggigi, Badrain, Senteluk, Bukit Tinggi dan Batulayar Barat.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami tentang pengelolaan Sistem Informasi Desa baik secara teknis maupun mengenai peran SID dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga praktek baik tersebut dapat diimplementasikan oleh para peserta SMID di desanya masing-masing di Kabupaten Lombok Barat. Adapun pembelajaran yang dapat dipetik dari kunjungan ini adalah sebagai berikut :

  1. Perangkat keras telah disediakan untuk menjadi pusat server aplikasi Sistem Informasi Desa;
  2. Tenaga Operator diangangkat menjadi tenaga kontrak desa yang focus mengoperasikan SID dan dibiayai oleh Alokasi Dana Desa (ADD);
  3. Pemerintah desa telah mendiskusikan dan berkomitmen dengan berbagai unsur masyarakat dalam mengembangkan SID;
  4. Pelayanan adminstrasi khusus surat-menyurat, sangat cepat dan mudah hanya membutuhkan waktu 3 menit per satu surat;
  5. Tim Warta melibatkan unsur diluar perangkat desa untuk memberikan informasi tentang pembangunan desa yang siap dipublis ke dalam Web SID;
  6. Penerbitan berita dilakukan sekali dalam sehari untuk membagi informasi kepada masyarakat; dan
  7. Penerapan Sistem Informasi Desa sudah menjadi Icon Desa Karang Bajo dan telah mendapat banyak penghargaan dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat.

Catatan lain yang dapat dijadikan pembelajaran bagi Sekolah Manajemen Informasi Desa adalah kaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia sebagai tenaga ahli Pengoperasian SID. Sebab, Tenaga ahli SID masih bergantung kepada Lembaga Pencipta SID yaitu Combine dari Yogyakarta. Hal ini berdampak pada kurang efektifnya pengelolaan SID di desa-desa wilayah Provinsi NTB, tanpa terkecuali desa Karang Bajo. Misalnya kendala yang sering muncul di SID off-linenya ketika mengalami eror, maka operator SID di desa harus berkonsultasi ke tenaga ahli Combine di Yogyakarta dan selalu terhalang dengan kesibukan mereka dan jarak yang jauh. Alhasil, mau tidak mau desa terpaksa tidak dapat mengelola dengan efektif bahkan tidak digunakan sama sekali, seperti halnya SAID yang pernah dikelola oleh Desa Badrain, Gelangsar dan Lembah Sari di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2013.

Kendala-kendala ini sangat erat kaitannya dengan semangat JMS Lombok untuk menyelenggarakan Sekolah Manajemen Informasi Desa sebagai ruang belajar bagi siapapun supaya dapat melahirkan tenaga ahli SID di NTB. Kedepan,  harapannya adalah sekretariat JMS Lombok dapat menjadi Laboratorium konsultasi SID di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Inilah yang dapat menjadi pembelajaran bagi Kami JMS Lombok bersama peserta Sekolah Manajemen Informasi Desa setelah melakukan study banding ke desa Karang Bajo. Mudah-mudahan pembelajaran ini dapat mendorong tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif, transparan menuju desa yang maju dan mandiri seperti yang diharapkan oleh UU desa.