Berbagi Informasi, Belajar Bersama, dan Advokasi

Sekolah Manajemen Informasi Desa (SMID) Memasuki Gelombang II

Pembangunan desa terasa kurang lengkap bila tanpa adanya akses informasi publik yang terang dikalangan masyarakat. Dengan kalimat lain, tanpa keterbukaan informasi publik bisa dipastikan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa jelas kurang maksimal. Hal ini berdampak pada terabaikannya pemenuhan hak masyarakat desa untuk mendapatkan kesejahteraan.

Memandang hal di atas, Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) Lombok menilai sangat penting adanya upaya peningkatan kapasitas aparatur desa dari sisi Pengelolaan Sistem Informasi Desa. Juga berkaitan dengan upaya mendorong desa untuk menyediakan sarana dan prasaran informasi publik secara maksimal sesuai mandat UU desa No. 6 tahun 2016. Sehingga program-program desa adanya keseimbangan peran antara pemerintah desa dengan masyarakatnya dalam mewujudkan tata pemerintahan desa yang aspiratif, atau kalimat lain tidak berjalan sendiri-sendiri dengan harapan dapat melahirkan kebijakan yang berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Pemikiran ini telah dijewantahkan melalui Sekolah Manajemen Informasi Desa (SMID) yang digagas pada pertengahan tahun 2016. Sekolah ini dimulai pada bulan Agustus sebagai tahap pertama yang diikuti oleh 5 peserta dari desa-desa di Lombok Barat dan mereka adalah tergolong sebagai staf desa.

Pada sekolah tahap pertama, masa pelatihan di ruangan sudah mereka tuntaskan selama satu bulan. Selanjutnya saat ini mereka sedang menjalankan praktek langsung di desanya masing-masing, terutama melengkapi data dan informasi lain yang dianggap masih kurang supaya Aplikasi Sistem Informasi Desa berbasis IT (onlie) dapat diterapkan.

Sembari demikian, saat ini juga Sekolah Manajemen Informasi Desa sedang mamasuki tahap kedua. Dimana keterlibatan peserta ditahap ini lebih banyak dibandingkan peserta pada tahap pertama, yaitu bisa dilihat dari jumlah pesertanya bertambah menjadi 9 orang. Para peserta ini juga merupakan staf desa baik operator maupun sebagai kaur yang berasal dari Desa Babussalam, Giri Tembesi, Gapuk, Banyu Urip, Dasan Tapen, Tempos, Masanggok, Suka Makmur dan Ranjok. Keterlibatan mereka ini dapat dikatakan sebagai bagian dari upaya pemerintah desa di Kabupaten Lombok Barat untuk mengimplementasikan sistem informasi desa berbasis IT secara professional. Juga ingin mewujudkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai penyedia layanan informasi bagi masyarakatnya betul-betul dijalankan secara maksimal.

Gagasan ini murni inisiatif secara swadaya oleh Jariganan Masyarakat Sipil Lombok tanpa ada suport dana dari pihak lain. Dalam perkembangan, ketertarikan desa-desa di Kabupaten Lombok Barat begitu tumbuh sumbur untuk mengikuti sekolah ini, dan antrian desa-desa lain di Kabupaten Lombok Barat terus bertambah untuk mengikuti gelombang berikutnya. Jika memungkinkan, JMS Lombok akan menyelenggarakan sekolah secara terus menerus dengan membuka gelombang berikutnya tanpa mengesampingkan kapasitas yang dimiliki.