Berbagi Informasi, Belajar Bersama, dan Advokasi

Mengelola Database Desa yang Baik, Perangkat Desa Gelangsar Dilatih

Pemerintah Desa Gelangsar Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat menyelenggarakan pelatihan pengelolaan database desa dengan menghadirkan narasumber dari Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) Lombok di Aula Kantor Desa pada hari Selasa, 1 Agustus 2017 dan pesertanya merupakan unsur perangkat desa yang terdiri dari Staf dan Kapala Dusun.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa agar mahir mengelola database desa berbasis teknologi informatika. Informasi yang obyektif dan terpercaya harus dibarengi dengan data yang akurat. Maka untuk mencapai hal tersebut, perangkat desa harus memilik kapasitas yang memadai agar dapat mengelola database desa dengan sempurna. Di sisi lain,  kegiatan ini merupakan sebagai upaya untuk menjalankan amanat UU No. 6 tentang desa, karena desa dituntut untuk menyediakan sistem informasi desa berbasis IT dengan harapan masyarakat dapat mengambil bagian dalam membangun desa.

Saya hanya ingin membangun desa dengan cara modern tanpa menghilangkan eksistensi kearifan lokal, sewalaupun Desa Gelangsar berada di bawah kaki gunung dan jauh dari akses internet,” Ungkap Abd. Rahman, S.Pd.I. Kepala Desa Gelangsar saat membuka acara pelatihan.

Sementara pegiat OpenSID dari JMS Lombok Bukhari Rahman mengungkapkan dabatase tidak hanya sekedar bahan informasi, tapi juga sebagai pondasi untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan desa yang tepat, agar desa dapat dibangun secara efektif dan efisien menuju desa yang maju dan mandiri. Oleh karena demikian, salah satu alat yang efektif untuk mengelola database adalah dengan menggunakan aplikasi OpenSID berbasis IT yang dapat dikelola secara online maupun offline.

Desa harus punya data yang jelas agar pemerintah desa memiliki acuan untuk merumuskan arah kebijakan desa. Sepengetahuan saya, OpenSID adalah alat yang efektif untuk mengelola database desa,” Tandas Bur pada saat memberikan materi pelatihan.

Bur sapaan akrabnya Bukhari Rahman menambahkan, “Aplikasi ini dibuat sangat mudah, agar desa dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan keadaaan desa. Salah satu kemudahannya adalah desa dapat menambah item kebutuhan sesuai keadaan desa pada kolom format database, karena format yang dibuat tidak baku,” Lanjutnya.

Terakhir Bur menegaskan kepada peserta bahwa untuk menguasai cara penggunaan aplikasi OpenSID harus dipraktekkan secara terus-menerus, tidak cukup hanya melalui pelatihan ini saja.