Jangan Pernah Menyerah 

Community Center “Saling Anton”

Ibu Hadiah – Sandik, Batulayar

Sandik adalah sebuah desa kecil di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. Kami tiba dengan sepeda motor di sore hari, ketika adzan berkumandang. Ini adalah musim kemarau dan Ibu-ibu menghabiskan waktu untuk membasahi tanah yang berdebu, dengan selang, dari tepi jalan yang lewat begitu dekat ke rumah mereka, untuk mengurangi debu. Kami berjalan melalui gang-gang kecil melewati kandang sapi,dan rumah-rumah kecil,serta suara riuh anak-anak yang bermain.

Ibu Hadiah mengundang kami ke rumahnya dan kami berbasa-basi sembari menunggu para ibu-ibu lain tiba. Ada 15 wanita yang terlibat di “Saling Anton Community Center” ini. Setelah makanan ringan disajikan, beliau menceritakan kisahnya dengan tenang, dan apa adanya. Beliau adalah sosok inspiratif yang berhasil bangkit dari kekerasan rumah tangga.  Sejak usia remaja beliau sangat gemar menjahit. Beliau sejak muda sudah bisa menghasilkan uang sendiri dengan menerima orderan menjahit  skala kecil. JMS mengidentifikasi peluang bisnis untuknya dan memfasilitasi beliau untuk training menjahit – dan menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan keterampilan menjahit.

Berkat kegigihan dan usaha beliau, Ibu Hadiah sekarang tidak hanya mengajarkan keterampilan menjahit kepada ibu-ibu di desa, tetapi mengajak mereka memulai usaha menjahit sehingga pendapatan di komunitas mereka kini meningkat. Ibu hadiah beserta ibu-ibu di Sandik  sekarang menerima pesanan dan membuat seragam untuk sekolah bahkan hotel tetapi dengan harga terjangkau tentunya dengan kualitas yang sama seperti di toko-toko. “Saya memulai semua dari nol dan hingga sekarang putri saya telah Sarjana dan putra saya sedang menempuh Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK),” tambah Ibu Hadiah. Motto saya adalah “apapun yang kita hadapi jalani dengan ikhlas dan jangan pernah menyerah”.

 

Pusat Comunitas Sandik

Never Give Up

Community Center “Saling Anton”

Ibu Hadiah – Sandik, Batulayar

Sandik is a small village in Batulayar on the outskirts of, West Lombok. We arrive on motorbikes in the late afternoon, with the sounds of the call to prayer. It’s the dry season and women spend time wetting the dust down, with hoses, from the edges of the roads that pass so close to their houses, to reduce the dust. We walk through a small gang/alleyway. There are cows in wooden stables, small concrete houses and sounds of children playing.

Ibu Hadiah invites us into her house and we make small talk as the other women from the community centre arrive. There are 15 women involved in this community centre. After snacks are served, she tells her story quietly, and straight up. She is a survivor of family violence, and from an early age, and she has loved to sew. When she was young her options for employment were small and she had no money. JMS identified a business opportunity for her that involved sewing – and she jumped at the chance to further her skills.

She received training in sewing, and has now taught other women these skills. Incomes in the community centre are now increasing. The women now make uniforms for hotels and schools. “I started from zero and now my daughter has now graduated from school and my son is still attending,” she said. My motto is “Never Give Up” she said and from the look of determination on her face, I am sure she will not.