Perempuan Yang Menginspirasi

Ibu Rabitah, Community Center Gerung Selatan

Sebuah rumah kecil di bawah kaki gunung sasak di sebuah desa kecil daerah Gerung Selatan dihiasi papan-papan tulis dan suara riuh anak-anak yang akan belajar setiap sorenya. Kami di sambut baik oleh suara anak-anak yang mengucapkan “halo dan Good Afternoon ”, begitu juga Ibu Rabitah ketua dari Gerung Selatan Community Center sekaligus pemilik rumah yang menyambut kami dengan ramah di lengkapi semangkuk bubur tradisional yang lezat.

Desa Gerung Selatan terlihat begitu  terorganisir dengan baik . Kita bisa melihat dari banyak papan-papan yang bergantungan di dinding berisikan informasi desa yang selalu terupdate setiap bulan. Di sela kunjungan kami  Ibu Rabitah menceritakan beberapa pengalaman beliau tentang bagaimana pertama kali beliau mengenal JMS dan Community Center sampai beliau bisa berangkat ke Jakarta untuk berbagi cerita dan menginspirasi banyak orang.

Berbekal pengalaman beliau, sekarang beliau kini sudah mandiri termasuk dalam hal mengurus administrasi negara sehingga tidak sedikit orang yang meminta bantuan beliau untuk sekedar mengurus KTP, Kartu Keluarga, BPJS, sampai ke dinas sosial. Karena sadar akan kebutuhan administrasi setiap warga desa semakin masiv beliau berkeinginan agar setiap orang di desanya menjadi cerdas dan punya kesadaran yang besar dalam mengurus hal-hal yang berhubungan dengan advokasi dan pelayanan publik baik untuk diri-sendiri maupun keluarganya.

Tidak kalah pentingnya juga masalah pernikahan dini yang angka perkawinan cukup tinggi di Lombok. Beliau berkata “saya takut jika perkawinan dini banyak terjadi maka perceraian pasti juga terjadi, karena mereka menikah belum pada usia yang matang, sehingga berakibat pada aspek-aspek yang lain seperti ekonomi, pendidikan bahkan kekerasan dalam rumah tangga.”

Beliau memulai pendekatan dari anak-anak, orangtua hingga Mahasiswa yang kini aktif mengajarkan anak-anak membaca,menulis dan berhitung. Pertemuan CC pun di jadwalkan sebulan sekali agar mereka bisa secara rutin bertemu dan berdiskusi baik itu permasalahan desa maupun pelayanan di desa.

Gerung Selatan Community Center

An Inspiring Woman

Ibu Rabitah – South Gerung Community Centre

At the base of Gunung Sasak is a small village called South Gerung. It is filled with colourful houses. As you enter the village you notice a lot children playing, with welcome smiles and call out chorus of “hello’s and good afternoons”. The children tell us, in English, about the monkeys that come down from the mountain most afternoons.

This village looks well organised. There are boards hanging from the walls of the houses listing the updated details of community and necessary village administration life. There is a sense of order here. Ibu Rabitah greets us with bubur – a traditional delicious porridge. She explains to us, that in this area, it is taboo for villages to be self-organised and empowered in civil rights. Here it is the norm to rely on others to do things for you. She wants to change this.

This community centre meets once a month. The meetings are well organised and are geared towards self-empowerment of the people. Ibu Rabitah trains and provides information to people to be able to deal with Indonesian government bureaucracy. They cover issues such as health, marriage certification and insurances. She provides accurate information and builds confidence in people to manage their affairs for themselves. Ibu Rabitah disagrees that girls should be married young just to avoid being promiscuous. Girls whom marry young, also divorce young. Instead she believes girls should be educated and empowered.

What was obvious in this village was the confidence of the young people. All the young people in this community centre are included in the monthly meetings.   The young people, whom have just graduated from university, teach English to the children twice a week. Ibu Rabitah, as part of a prior program was sent to Jakarta for a practical workshop on baby health care. This has acted as an inspiration to many of the women here.