Berbagi Informasi, Belajar Bersama, dan Advokasi

Proses Isbat Nikah

Berikut ini diterangkan proses pendampingan isbat nikah yang dilakukan JMS Lombok secara umum.

Program pendampingan isbat nikah digelar setiap tahun, dengan bantuan dari berbagai sumber dana termasuk APBD. Sebagai contoh, pada tahun 2013 dan 2014, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menganggarkan dalam APBD Rp. 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah) setiap tahunnya untuk isbat nikah.

Setiap program memiliki ruang lingkup (misalnya wilayah) tersendiri dengan sasaran (misalnya desa-desa di suatu wilayah) yang mungkin berbeda. Walaupun masing-masing kegiatan berbeda, namun proses pendampingan yang dilalui pada umumnya sama. Selain pendampingan untuk melakukan proses Isbat Nikah maka proses edukasi juga dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan penguatan kelompok warga di tingkat desa.

Tahapan Program Isbat Nikah

Tahap-tahap program isbat nikah yang dijalankan JMS Lombok secara garis besar adalah sebagai berikut.

Tahapan-program-isbat-nikah

Masing-masing tahap dijelaskan di bawah. Peran masing-masing pemangku kepentingan secara terinci dapat dilihat di sini.

Pendaftaran

Dengan terbatasnya dana, tidak semua pasangan keluarga yang belum memiliki buku nikah dapat dilayani dalam suatu kegiatan. Program pendampingan yang dilakukan JMS Lombok ditujukan pada masyarakat miskin, dan semua pasangan keluarga yang dibantu tidak dipungut biaya oleh JMS Lombok.

Masyarakat yang berminat mengikuti program isbat nikah diajak untuk mendaftar melalui kontak JMS Lombok di masing-masing desa sasaran. Pendaftaran dibatasi jumlah dan waktu yang ditentukan oleh masing-masing program.

Seleksi Calon

Setelah pendaftaran ditutup, JMS Lombok bekerjasama dengan desa terkait, melakukan seleksi calon pasangan keluarga yang akan dibantu dalam suatu kegiatan, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Kriteria ini memprioritaskan:

  • pasangan keluarga miskin, dengan pernikahan sebelum tahun 2013
  • pasangan keluarga yang mempunyai anak yang akan masuk usia sekolah
  • pasangan keluarga berumur yang mempunyai potensi menjadi calon haji

Hasil seleksi diumumkan di Kantor Desa masing-masing desa.

Pengumpulan Data & Kelengkapan Persyaratan, Verifikasi Data, dan Data Base

Kontak JMS Lombok di masing-masih desa menyiapkan berkas data dan mengumpulkan kelengkapan persyaratan masing-masing pasangan keluarga yang merupakan tanggung jawab mereka.

Setelah lengkap, berkas isbat nikah diserahkan kepada staf JMS Lombok yang menjadi koordinator wilayah desa tersebut. Koordinator wilayah kemudian akan menverifikasi ke Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing wilayah untuk mencocokan dengan Buku Registrasi yang ada di KUA. Verifikasi ini diperlukan untuk memastikan calon pasangan belum pernah mengurus pembuatan buku nikah sampai di KUA.

Langkah selanjutnya staf JMS Lombok mendokumentasikan data peserta isbat nikah ke dalam Data Base Peserta Isbat Nikah di Sekretariat JMS Lombok. Data Base dibuat dengan mencantumkan  identitas pasangan Isbat Nikah, kelengkapan persyaratan yang dimiliki, Nomor Hasil Penetapan Isbat Nikah dari Pengadilan Agama dan Nomor Buku Nikah dari KUA.

Sidang Isbat Nikah

Staf JMS Lombok meng-koordinasi terlaksananya sidang isbat nikah bekerjasama dengan Pengadilan Agama terkait. Pengadilan Agama menentukan jadwal panggilan sidang  dan sidang isbat nikah.  Staf JMS Lombok melakukan koordinasi dengan kontak JMS Lombok di desa untuk menghadirkan pasangan keluarga pada sidang isbat nikah dengan membawa semua persyaratan yang diperlukan.

Pengadilan Agama menyerahkan hasil penetapan sidang isbat nikah kepada JMS Lombok, untuk diteruskan pada masing-masing desa.

Penerbitan Buku Nikah

Sesudah lolos sidang isbat nikah, staf JMS Lombok bersama kontak JMS Lombok di desa terus membantu masing-masing pasangan keluarga untuk melengkapi semua persyaratan yang diperlukan untuk terbitnya buku nikah. Pendampingan tersebut termasuk:

  • membantu proses mendapatkan KTP apabila diperlukan
  • membantu proses mendapatkan Kartu Keluarga apabila diperlukan

Proses pendampingan bagi suatu pasangan keluarga dianggap selesai sesudah pasangan tersebut menerima buku nikah mereka.

Pelaporan

Setelah pendampingan semua pasangan keluarga terseleksi selesai, kegiatan dianggap selesai. JMS Lombok kemudian menyiapkan laporan kegiatan dan menyampaikannya kepada penyandang dana.